Kebetulan ? atau Takdir ?
Pagi Itu adalah pagi yang cerah,
burung-burung berkicauan dan suara teriakan dari orang yang telat pergi ke
sekolah. "Tungguuuu!" teriak Radit sambil berlari menuju gerbang sekolah
yang hendak ditutup. Radit adalah siswa kelas 2 di salah satu SMA di kota
Bandung. Walaupun rumahnya dekat dengan sekolah, tapi dia selalu saja telat
pergi ke sekolah. Ketika dia hampir sampai di gerbang sekolah, dari arah lain
muncul seorang gadis yang juga berlari, alhasil mereka berdua pun bertabrakan ,
dan gerbang sekolah pun ditutup. "Apa yang kau lakukan ? gara-gara kau aku
jadi terlambat masuk ke sekolah !" teriak gadis itu. "Apa maksudmu ?
aku selalu melakukan ini setiap pagi, aku sengaja pergi terlambat ke sekolah
agar aku bisa olahraga mengejar pintu gerbang yang hendak ditutup, aku punya
rekor yaitu datang ke sekolah tepat satu detik sebelum gerbangnya ditutup
!" teriak Radit membuat alasan. "Ehh...Itu bukan rekor yang patut
dibanggakan, lagipula aku yakin itu cuma alasanmu saja" ejek gadis
tersebut.
Tiba-tiba di depan gerbang sekolah
muncul seorang guru dan memanggail mereka masuk. "Terima kasih bu, ibu
adalah penyelamatku" kata Radit mulai lebay. Radit pun masuk ke kelasnya,
dan gadis itu dibawa ke ruang guru.
Setengah jam setelah pelajaran
dimulai, guru yang tadi menyelamatkan Radit, masuk dan mengumumkan bahwa ada
siswa baru yang akan ditempatkan di kelas tersebut. Tiba-tiba masuklah seorang
gadis yang tidak asing bagi Radit, dia memiliki rambut panjang pirang terurai.
"Silahkan perkenalkan dirimu" ujar bu guru. " perkenalkan,
namaku adalah Candice Catnipp, kalian bisa memanggilku Candy, aku adalah murid
pindahan dari amerika" ujar Candy sambil tersenyum. Radit kaget karena
siswa baru itu adalah gadis yang bertabrakan dengannya tadi pagi "Aku
tidak menyangka akan sekelas dengan gadis menyebalkan itu" kata Radit
dalam hati. "Tapi aku tidak mengira gadis kasar sepertinya dapat
bertingkah manis seperti itu" lanjut Radit. "Kau!! Kenapa kau ada
disini ?" teriak Candy melihat Radit. "Sepertinya aku terlalu cepat
menyimpulkan -_-" kata Radit dalam hati. "Apa maksudmu ? ini adalah
kelasku" kata Radit "Baiklah, silahkan duduk" ucap bu guru
menyuruh Candy untuk duduk.
Bel istirahat pun berbunyi dan
Radit langsung menghampiri Candy dan meminta maaf soal kejadian yang tadi pagi.
"Baiklah, aku akan memaafkanmu jika kau mau mentraktirku maka crepes
sepulang sekolah" ujar Candy. "Dasar gadis kejam -_-" kata Radit
dalam hati. "Baiklah" kata Radit pada Candy. Sudah seminggu Radit dan
Candy satu kelas dan Candy pun mulai menyukai Radit, tapi tidak sebaliknya. Tiba-Tiba
ketua kelas mereka datang dan mengumumkan bahwa minggu depan kelas mereka dapat
kesempatan untuk melakukan pertunjukan. Setelah melakukan diskusi yang panjang,
akhirmya diputuskan bahwa mereka akan melakukan pertunjukan drama Romeo dan
Juliete. Yang terpilih menjadi Romeo adalah Radit dan yang terpilih menjadi
Juliete adalah Yuna. Tidak heran Yuna yang terpilih, karena Yuna adalah gadis
tercantik di kelas mereka.
Mulai saat itu perilaku Candy
mulai berubah, tentu saja dia berubah, karena orang yang dia suka bermain drama
percintaan dengan gadis lain. Setelah latihan drama bersama Yuna, Radit
menghampiri Candy. "Kau tahu, ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan,
aku bisa terus dekat dengan gadis tercantik di kelas" ujar Radit.
Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Radit, seluruh orang yang berada di
ruangan itu menatap kepada mereka berdua. Candy pun pergi meninggalkan Radit.
"Sialan... aku sudah sering dimarahi
olehnya, tapi, ditampar.... Sakitnya tuh disini” kata Radit sambil memegang
pipinya.
Entah karena kebetulan atau
karena takdir, sehari sebelum pertunjukan, Yuna terkilir dan mereka pun harus
mencari pengganti. Dan yang menjadi pengganti Yuna sebagai Juliete adalah Candy.
Hari Pertunjukan pun datang,
mereka berdua melakukan pertunjukan dengan baik. Setelah pertunjukan Candy dan
Radit beristirahat berdua. " Benar-benar pertunjukan yang melelahkan"
kata Radit. "Ya" jawab Candy. "Apa kau sudah tidak marah padaku
?" Tanya Radit. "Tidak, aku membencimu" jawab Candy sambil
tersenyum manis dan berlari meninggalkan Radit. Ketika Radit hendak mengejar
Candy, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang, dia adalah Yuna. "Bisa
kau ikut denganku sebentar ?" ajak Yuna. "Baiklah" jawab Radit.
Yuna pun membawa Radit ke tempat yang tidak ada orangnya. "untuk apa kau
membawaku ke....." belum sempat Radit menyelesaikan ucapannya, sebuah
pedang mengarah ke leher Radit dan memotong kepalanya, Yuna meraih kepala Radit
dan menaruhnya dipangkuanya. "Seharusnya aku yang mendapatkan peran itu,
seharusnya aku yang berada di panggung bersamamu" kata Yuna kepada Radit
atau lebih tepatnya kepala Radit. "Aku mencintaimu" ucap Yuna sambil
memeluk erat kepala Radit
sekian dari saya semoga bermanfaat