Jumat, 01 Mei 2015

salah satu contoh cerpen


Kebetulan ? atau Takdir ?
Pagi Itu adalah pagi yang cerah, burung-burung berkicauan dan suara teriakan dari orang yang telat pergi ke sekolah. "Tungguuuu!" teriak Radit sambil berlari menuju gerbang sekolah yang hendak ditutup. Radit adalah siswa kelas 2 di salah satu SMA di kota Bandung. Walaupun rumahnya dekat dengan sekolah, tapi dia selalu saja telat pergi ke sekolah. Ketika dia hampir sampai di gerbang sekolah, dari arah lain muncul seorang gadis yang juga berlari, alhasil mereka berdua pun bertabrakan , dan gerbang sekolah pun ditutup. "Apa yang kau lakukan ? gara-gara kau aku jadi terlambat masuk ke sekolah !" teriak gadis itu. "Apa maksudmu ? aku selalu melakukan ini setiap pagi, aku sengaja pergi terlambat ke sekolah agar aku bisa olahraga mengejar pintu gerbang yang hendak ditutup, aku punya rekor yaitu datang ke sekolah tepat satu detik sebelum gerbangnya ditutup !" teriak Radit membuat alasan. "Ehh...Itu bukan rekor yang patut dibanggakan, lagipula aku yakin itu cuma alasanmu saja" ejek gadis tersebut.
Tiba-tiba di depan gerbang sekolah muncul seorang guru dan memanggail mereka masuk. "Terima kasih bu, ibu adalah penyelamatku" kata Radit mulai lebay. Radit pun masuk ke kelasnya, dan gadis itu dibawa ke ruang guru.
Setengah jam setelah pelajaran dimulai, guru yang tadi menyelamatkan Radit, masuk dan mengumumkan bahwa ada siswa baru yang akan ditempatkan di kelas tersebut. Tiba-tiba masuklah seorang gadis yang tidak asing bagi Radit, dia memiliki rambut panjang pirang terurai. "Silahkan perkenalkan dirimu" ujar bu guru. " perkenalkan, namaku adalah Candice Catnipp, kalian bisa memanggilku Candy, aku adalah murid pindahan dari amerika" ujar Candy sambil tersenyum. Radit kaget karena siswa baru itu adalah gadis yang bertabrakan dengannya tadi pagi "Aku tidak menyangka akan sekelas dengan gadis menyebalkan itu" kata Radit dalam hati. "Tapi aku tidak mengira gadis kasar sepertinya dapat bertingkah manis seperti itu" lanjut Radit. "Kau!! Kenapa kau ada disini ?" teriak Candy melihat Radit. "Sepertinya aku terlalu cepat menyimpulkan -_-" kata Radit dalam hati. "Apa maksudmu ? ini adalah kelasku" kata Radit "Baiklah, silahkan duduk" ucap bu guru menyuruh Candy untuk duduk.
Bel istirahat pun berbunyi dan Radit langsung menghampiri Candy dan meminta maaf soal kejadian yang tadi pagi. "Baiklah, aku akan memaafkanmu jika kau mau mentraktirku maka crepes sepulang sekolah" ujar Candy. "Dasar gadis kejam -_-" kata Radit dalam hati. "Baiklah" kata Radit pada Candy. Sudah seminggu Radit dan Candy satu kelas dan Candy pun mulai menyukai Radit, tapi tidak sebaliknya. Tiba-Tiba ketua kelas mereka datang dan mengumumkan bahwa minggu depan kelas mereka dapat kesempatan untuk melakukan pertunjukan. Setelah melakukan diskusi yang panjang, akhirmya diputuskan bahwa mereka akan melakukan pertunjukan drama Romeo dan Juliete. Yang terpilih menjadi Romeo adalah Radit dan yang terpilih menjadi Juliete adalah Yuna. Tidak heran Yuna yang terpilih, karena Yuna adalah gadis tercantik di kelas mereka.
Mulai saat itu perilaku Candy mulai berubah, tentu saja dia berubah, karena orang yang dia suka bermain drama percintaan dengan gadis lain. Setelah latihan drama bersama Yuna, Radit menghampiri Candy. "Kau tahu, ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, aku bisa terus dekat dengan gadis tercantik di kelas" ujar Radit. Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Radit, seluruh orang yang berada di ruangan itu menatap kepada mereka berdua. Candy pun pergi meninggalkan Radit. "Sialan... aku sudah sering dimarahi olehnya, tapi, ditampar.... Sakitnya tuh disini” kata Radit sambil memegang pipinya.
Entah karena kebetulan atau karena takdir, sehari sebelum pertunjukan, Yuna terkilir dan mereka pun harus mencari pengganti. Dan yang menjadi pengganti Yuna sebagai Juliete adalah Candy.
Hari Pertunjukan pun datang, mereka berdua melakukan pertunjukan dengan baik. Setelah pertunjukan Candy dan Radit beristirahat berdua. " Benar-benar pertunjukan yang melelahkan" kata Radit. "Ya" jawab Candy. "Apa kau sudah tidak marah padaku ?" Tanya Radit. "Tidak, aku membencimu" jawab Candy sambil tersenyum manis dan berlari meninggalkan Radit. Ketika Radit hendak mengejar Candy, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang, dia adalah Yuna. "Bisa kau ikut denganku sebentar ?" ajak Yuna. "Baiklah" jawab Radit. Yuna pun membawa Radit ke tempat yang tidak ada orangnya. "untuk apa kau membawaku ke....." belum sempat Radit menyelesaikan ucapannya, sebuah pedang mengarah ke leher Radit dan memotong kepalanya, Yuna meraih kepala Radit dan menaruhnya dipangkuanya. "Seharusnya aku yang mendapatkan peran itu, seharusnya aku yang berada di panggung bersamamu" kata Yuna kepada Radit atau lebih tepatnya kepala Radit. "Aku mencintaimu" ucap Yuna sambil memeluk erat kepala Radit

sekian dari saya semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar